"When you're gone, the pieces of my heart are missing you" from When You're Gone by Avril Lavigne (0:56-1:02)
Bagian tersulit dari melupakan seseorang adalah menyadari bahwasanya masih ada bagian dalam diriku yang masih mencintainya. Bagian itu yang membuat aku terkadang masih berharap bahwa hubungan yang telah berlalu masih bisa untuk diperjuangkan. Bagian dalam diriku itu masih mencintainya dan membuat aku tidak bisa melepaskannya begitu saja. Terlebih lagi, dengan adanya memori-memori indah yang telah dilalui bersama. Tidak semudah itu melupakannya meskipun ia telah meninggalkanku dengan perasaan yang sangat terluka.
Hal-hal yang pertama kali aku rasakan ketika bersamanya sangat berkesan dalam ingatanku. Pergi kencan ke tempat yang jauh, berkendara hingga larut malam, pergi ke festival musik, dan masih banyak lagi kenangan "pertama kali" lainnya yang aku lalui dengannya. Saat itu, ketika aku berpikir bahwa masa depanku akan aku jalani bersamanya, kini angan-angan itu telah sirna.
Saat ini semuanya telah berubah dan aku harus menyadari itu. Meskipun sulit untuk menerima, tapi dengan adanya perpisahan ini aku menyadari bahwa aku dan dia tidak ditakdirkan untuk bersama sebagai sepasang kekasih. Mungkin memang lebih baik hanya menjadi teman, atau bahkan ia hanyalah seseorang dari masa lalu dengan kenangan indah yang kini sungguh terasa asing.
Tak apa, ambil jeda beberapa waktu untuk kembali seperti sedia kala, untuk kembali menyayangi diriku sendiri dan menerima lebih banyak cinta dari yang lain. Memang tidak mudah dalam menghadapi perpisahan, tapi waktu akan terus berjalan dan keadaanku akan berubah. Cepat atau lambat, semuanya akan kembali baik-baik saja. Sedih akan tergantikan dengan rasa bahagia.
Aku mungkin kehilangannya.. tapi dalam kesedihan yang sungguh menyiksa ini, aku menemukan diriku sendiri.
Atau mungkin aku justru tidak kehilangannya, tapi dia yang kehilangan aku.
Comments
Post a Comment