Hari raya Idul Fitri tahun ini terasa sangat berbeda jika dibandingkan dengan Idul Fitri tahun-tahun sebelumnya, terasa lebih sepi dan untuk pertama kalinya aku merasakan kehampaan di hari yang seharusnya menjadi hari berkumpulnya para sahabat dan keluarga. Semoga ini menjadi Idul Fitri terakhirku yang dipenuhi rasa hampa, semoga tahun depan aku bisa merasakan rasanya berkumpul dengan orang-orang terkasih saat hari raya tiba. Entah dimanapun aku berada nantinya, semoga aku tidak merasakan kesepian.
Hari ini aku sudah menerima dan mengirim pesan permohonan maaf pada beberapa sahabat dan keluarga. Semoga pintu maaf benar-benar terbuka untuk segala salah dan khilaf yang pernah aku lakukan, semoga luka yang pernah aku torehkan untuk orang lain akan segera sembuh. Aku memaafkan semua kesalahan meskipun masih mengingat beberapa luka yang masih tersisa dalam ingatanku. Mengingat bukan berarti tidak memaafkan, bukan? Lagipula untuk menyimpan rasa dendam pun akan menguras energiku. Aku memaafkan dan mencoba melupakan hal-hal buruk yang pernah orang lain lakukan padaku, biar waktu yang akan membantu aku belajar untuk benar-benar memaafkan.
Mungkin ada beberapa kesalahanku yang pernah aku lakukan pada orang lain dan aku luput untuk meminta maaf. Melalui tulisan ini aku memohon maaf dengan sungguh-sungguh dan tulus dari hati yang terdalam. Aku tahu terkadang perkataan dan perbuatanku berbuat yang tidak semestinya dan melukai orang lain. Maaf jika aku tidak dapat mengucapkan kata maaf secara langsung dan harus memohon maaf lewat tulisan sederhana ini.
Tak luput aku memohon maaf untuk diriku sendiri. Maaf ya, dhif. Maaf kalau aku pernah terlalu memaksa dan membuatmu ada dalam situasi yang sulit. Semoga luka-luka dan tangis yang pernah ada segera tergantikan dengan bahagia yang tiada tara.
Comments
Post a Comment